MediaPers.com : JAKARTA BARAT : Sesuai dengan Instruksi dan kesepakatan bersama yang telah dibuat oleh kedua belah pihak baik dari PT AMS maupun dari pengelola CBD untuk lakukan pertemuan sekaligus sosialisasi terhadap warga yang dilaksanakan di Halaman Pos Keamanan CBD pada hari Jum’at 30/10/ 2026 pukul 15 : 30 WIB. hingga selesai
Kegiatan ini mengundang seluruh penghuni di Ruko CBD dan seluruh warga hadir dilokasi yang sudah di siapkan walaupun dalam keadaan darurat
Ketua paguyuban sekaligus penghuni CBD menjelaskan “Warga kawasan CBD menyampaikan keberatan terhadap rencana penerapan parkir berbayar dalam sebuah forum diskusi yang membahas pengelolaan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum). Dalam forum tersebut, warga menegaskan bahwa keputusan terkait parkir berbayar harus mengutamakan persetujuan masyarakat yang terdampak.
Salah satu perwakilan warga menyampaikan bahwa pihak pemerintah daerah, termasuk Bupati yang disebut dalam forum, berada pada posisi netral dan menyerahkan keputusan kepada warga. Ujar Pengurus
Menurutnya, apabila masyarakat menolak, maka rencana tersebut tidak seharusnya dipaksakan. Sebaliknya, jika warga mendukung, pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap pelaksanaannya.
Dalam penyampaian pendapatnya, perwakilan warga mempertanyakan alasan penerapan parkir berbayar serta pihak yang akan ditunjuk sebagai pengelola. Ia juga menyoroti kawasan lain, seperti Pasadena dan Royal Palm, yang dinilai perlu mendapatkan penjelasan mengenai kebijakan pengelolaan parkir.
“Kalau warganya menolak, kita tidak bisa menerima. Kalau warganya mendukung, pemerintah juga harus mendukung,” ujar perwakilan warga dalam forum tersebut. Sekaligus Pengu
Warga Minta Kejelasan Manfaat Parkir Berbayar
Perwakilan warga menilai, rencana parkir berbayar perlu disertai penjelasan konkret mengenai manfaat yang akan diterima masyarakat, khususnya pelaku usaha di kawasan CBD.
Ia mempertanyakan apakah penerapan parkir berbayar dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan omzet usaha warga. Menurutnya, masyarakat akan lebih terbuka mendengarkan program tersebut apabila pihak pengelola mampu memberikan jaminan atau penjelasan yang meyakinkan mengenai dampak positifnya.
“Kalau Bapak bisa meyakinkan warga CBD bahwa omzet akan naik, saya pasti menjadi orang pertama yang mendengarkan,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut, ia juga menyampaikan pengalamannya sebagai warga yang beraktivitas di lingkungan fasos-fasum. Ia mencontohkan kemungkinan perubahan jumlah pengunjung apabila sistem parkir berbayar diterapkan, namun mempertanyakan apakah peningkatan tersebut benar-benar dapat dibuktikan.
Persoalan Fasos-Fasum Jadi Sorotan
Selain parkir berbayar, persoalan status dan pengelolaan fasos-fasum menjadi perhatian utama warga. Perwakilan warga menegaskan bahwa pembahasan mengenai fasilitas tersebut harus melibatkan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di kawasan CBD serta pihak pengembang.
Ia menyebut pernah menghadiri pertemuan di tingkat wali kota yang membahas persoalan fasos-fasum antara warga CBD, warga Citypark, dan pihak pengembang. Dalam pertemuan tersebut, menurut keterangannya, terdapat penekanan agar pengembang segera menyerahkan fasos-fasum kepada pemerintah daerah sehingga pengelolaannya tidak lagi menjadi beban pengembang.
Perwakilan warga juga menyinggung adanya pihak-pihak yang pernah hadir dalam pembahasan di DPRD dan meminta agar penyerahan fasos-fasum segera dilakukan.
“Kalau alasan fasos-fasum belum diserahkan kepada pemerintah daerah, ayo diserahkan,” tegasnya.
Ia menilai persoalan fasos-fasum merupakan kepentingan warga kawasan CBD bersama pengembang dan pemerintah daerah. Karena itu, pihak luar dinilai tidak seharusnya mengambil alih pembicaraan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat setempat.
Forum Berikan Kesempatan Penyampaian Program
Dalam forum tersebut, perwakilan warga sempat meminta persetujuan peserta untuk memberikan kesempatan kepada Pak Sugeng menyampaikan program pengelolaan parkir berbayar.
Namun, berdasarkan transkrip, peserta forum tidak memberikan persetujuan untuk melanjutkan penyampaian tersebut. Perwakilan warga kemudian menyatakan bahwa pihaknya tetap menghargai kedatangan Pak Sugeng, tetapi meminta agar program yang ditawarkan terlebih dahulu mampu menjawab kebutuhan dan kekhawatiran masyarakat.
Ia menegaskan bahwa keputusan mengenai parkir berbayar sebaiknya dikembalikan kepada warga yang terdampak langsung.
Forum kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dari jajaran yang hadir.
Rham/Red
Tim Publikasi 014
