Muhammad Agus Satrio: Gelar Putra Budaya DKI Jakarta 2026 Adalah Amanah untuk Menginspirasi Generasi Muda

Berita29 views

JAKARTA – Muhammad Agus Satrio mengaku bersyukur dan terharu setelah dinobatkan sebagai Putra Budaya Indonesia DKI Jakarta 2026. Baginya, gelar tersebut bukan sekadar sebuah prestasi, melainkan amanah untuk terus berkontribusi dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

“Saya merasa sangat bersyukur, bangga, sekaligus terharu. Gelar ini bukan sekadar sebuah pencapaian, tetapi juga amanah yang harus saya jalankan dengan penuh tanggung jawab. Ini menjadi awal perjalanan baru bagi saya untuk memberikan kontribusi yang lebih nyata dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya kepada masyarakat, terutama generasi muda,” ujar Agus usai malam final Putra Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta 2026 di Borobudur Backyard Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Menurut Agus, keberhasilannya meraih gelar Putra Budaya DKI Jakarta 2026 tidak terlepas dari rasa percaya diri dan komitmen untuk terus menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

“Kunci utamanya adalah percaya diri. Saya datang bukan karena ingin menjadi yang paling sempurna, tetapi ingin menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri,” katanya.

Selama mengikuti seluruh rangkaian seleksi, mulai dari audisi hingga grand final, Agus mengaku tantangan terbesar yang dihadapi adalah menjaga konsistensi, baik secara mental maupun fisik.

“Saya harus terus konsisten memberikan penampilan terbaik, mengatur waktu dengan baik, dan tetap percaya pada kemampuan diri sendiri. Justru dari proses itu saya banyak belajar dan berkembang,” ungkapnya.

Sebagai Putra Budaya Indonesia DKI Jakarta 2026, Agus mengusung program advokasi bertajuk LOKA dengan tagline “Modern Jakarta, Timeless Culture.” Program tersebut bertujuan mengajak generasi muda untuk kembali mengenal dan mencintai budaya Jakarta maupun budaya Indonesia melalui pendekatan yang kreatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Saya ingin budaya tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda saat ini,” jelasnya.

Ia memilih program tersebut karena melihat masih banyak anak muda yang memiliki ketertarikan terhadap budaya, tetapi belum menemukan media atau pendekatan yang sesuai dengan karakter mereka.

“Saya ingin memanfaatkan media sosial sebagai jembatan untuk mengenalkan budaya, membuka ruang kolaborasi, dan menghadirkan kegiatan-kegiatan budaya yang positif serta lebih dekat dengan anak muda,” tuturnya.

Ke depan, Agus berharap dapat memanfaatkan gelar yang diraihnya untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Di sisi lain, ia juga ingin terus mengembangkan karier di bidang hospitality yang menjadi minatnya.

“Saya ingin memanfaatkan gelar ini sebaik mungkin untuk memberikan dampak yang nyata. Di sisi lain, saya juga ingin terus berkembang di dunia hospitality yang memang menjadi passion saya. Harapan saya, ke mana pun saya berkarya, saya dapat terus membawa dan memperkenalkan nilai-nilai budaya Indonesia, bahkan hingga tingkat nasional,” pungkasnya. (rafian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *