5 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Belanja Online dengan Sistem Pembayaran Manual

Finance19 views

Belanja online memberi banyak pilihan produk tanpa harus datang langsung ke toko. Namun, ketika pembayaran dilakukan secara manual melalui transfer bank, pembeli perlu lebih teliti sebelum mengirimkan uang.

Berbeda dengan pembayaran melalui sistem checkout yang biasanya terhubung langsung dengan platform, transfer manual membuat pembeli perlu memastikan sendiri informasi penerima dan nominal pembayaran. Kesalahan memasukkan rekening atau mengirim dana sebelum memastikan detail transaksi dapat menimbulkan masalah.

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan pembayaran belanja online secara manual.

1. Pastikan Identitas Penjual dan Produk

Sebelum melakukan pembayaran, periksa kembali identitas penjual dan informasi produk. Pastikan akun atau toko yang digunakan memang sesuai dengan pihak yang menjual produk.

Jika menemukan penawaran dengan harga yang jauh berbeda dari harga pada umumnya, jangan langsung melakukan transfer. Cari informasi tambahan mengenai penjual, termasuk ulasan atau riwayat transaksi jika tersedia.

Hindari terburu-buru hanya karena penjual memberikan batas waktu pembayaran yang singkat. Pastikan informasi transaksi sudah jelas sebelum mengirimkan dana.

2. Periksa Nama dan Nomor Rekening

Sebelum transfer, cocokkan nama penerima, nomor rekening, dan nama bank dengan informasi yang diberikan penjual.

Jika menggunakan kode bank tranfer, pastikan kode bank yang dimasukkan sesuai dengan bank tujuan. Kesalahan pada kode atau nomor rekening dapat membuat transaksi tidak berjalan sesuai tujuan.

Untuk transfer antarbank, perhatikan juga apakah ada biaya yang dikenakan. Jika penjual meminta jumlah tertentu, pastikan nominal yang harus dibayar sudah memperhitungkan biaya transfer jika memang ada.

3. Pastikan Nominal Transfer

Periksa kembali total pembayaran sebelum memasukkan PIN atau menyelesaikan transaksi. Cocokkan harga produk, ongkos kirim, biaya tambahan, dan potongan harga jika ada.

Jangan hanya mengandalkan nominal yang muncul pada percakapan. Jika terdapat perubahan harga atau biaya, pastikan informasinya sudah dikonfirmasi sebelum melakukan transfer.

Langkah sederhana ini dapat membantu menghindari kesalahan pembayaran, terutama ketika melakukan beberapa transaksi dalam waktu berdekatan.

4. Simpan Bukti Transfer

Setelah transaksi berhasil, simpan bukti tranferan atau bukti transaksi yang menunjukkan informasi pembayaran. Bukti tersebut dapat digunakan ketika perlu melakukan pengecekan dengan penjual atau menyampaikan keluhan terkait transaksi.

Pastikan informasi pada bukti transaksi dapat dibaca dengan jelas, termasuk tanggal, nominal, rekening tujuan, dan status transaksi.

Namun, hindari membagikan bukti transaksi secara sembarangan. Jika perlu mengirimkannya kepada penjual, pastikan penerimanya memang pihak yang terkait dengan transaksi.

5. Periksa Kembali Sebelum Mengirim Uang

Sebelum menekan tombol konfirmasi, lakukan pemeriksaan terakhir terhadap seluruh detail transaksi. Pastikan rekening tujuan, nama penerima, nominal, dan bank tujuan sudah benar.

Jika transaksi dilakukan melalui aplikasi perbankan, manfaatkan informasi penerima yang muncul sebelum konfirmasi sebagai pemeriksaan tambahan.

Untuk transaksi berikutnya, kamu juga dapat mempertimbangkan layanan transfer gratis antarbank jika tersedia pada produk perbankan yang digunakan. Namun, tetap perhatikan ketentuan, batas transaksi, dan biaya yang berlaku karena fasilitas transfer gratis dapat memiliki syarat tertentu.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Salah Transfer?

Jika terjadi kesalahan transfer, segera hubungi bank melalui kanal resmi untuk mendapatkan informasi mengenai langkah yang dapat dilakukan. Siapkan bukti transaksi dan informasi rekening tujuan untuk membantu proses penanganan.

Jika transaksi berkaitan dengan dugaan penipuan, jangan melakukan transfer tambahan hanya karena diminta pihak yang mengaku sebagai penjual atau penerima. Gunakan kanal resmi bank untuk mendapatkan arahan.

Transfer Antarbank Lebih Praktis dengan neobank PLUS

Transfer Antarbank Gratis dengan Promo neobank PLUS

Transfer antarbank menjadi salah satu pilihan pembayaran saat berbelanja online, terutama ketika toko menerima pembayaran langsung ke rekening bank. Sebelum menyelesaikan transaksi, pastikan nama penerima, nomor rekening, dan nominal transfer sudah sesuai untuk menghindari kesalahan pembayaran.

Bagi kamu yang mencari gratis transfer antar bank, neobank dari Bank Neo Commerce menghadirkan benefit melalui promo neobank PLUS. Nasabah dapat menikmati kuota transfer antarbank gratis setiap bulan berdasarkan level Neo Membership yang dimiliki.

Kuota gratis transfer antar bank yang tersedia melalui promo neobank PLUS adalah:

– Level 1 – Citizen: 100 kali transfer gratis per bulan

– Level 2 – Expert: 110 kali transfer gratis per bulan

– Level 3 – Master: 125 kali transfer gratis per bulan

– Level 4 – Hero: 150 kali transfer gratis per bulan

– Level 5 – Legend: 200 kali transfer gratis per bulan

Selain kuota transfer antar bank tanpa biaya admin, neobank PLUS juga menghadirkan kupon diskon mingguan untuk transaksi QRIS, pembayaran tagihan, dan isi ulang. Nilai kupon mengikuti level Neo Membership, mulai dari Rp1.000 untuk Level 1 hingga Rp10.000 untuk Level 5, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Benefit ini bisa menjadi pertimbangan bagi nasabah yang mencari bank gratis transfer untuk mendukung kebutuhan transaksi sehari-hari. Jika kamu sedang mempertimbangkan bank tanpa biaya admin, periksa kuota transfer gratis dan ketentuan promo neobank PLUS sesuai level Neo Membership yang kamu miliki.

***

Kuota gratis transfer, nilai kupon, periode program, dan ketentuan penggunaan mengikuti kebijakan serta syarat dan ketentuan yang berlaku.

Jika ingin mempelajari  promo neobank PLUS, kamu bisa mengeceknya melalui neobank di PlayStore atau App Store. Cek info lebih lanjut dan terbaru di link https://s.id/neomembershipplus atau di website resmi Bank Neo Commerce.

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *