JAKARTA – Pertandingan tinju profesional bertajuk Pattimura International Big Fight 2026 siap digelar di Studio TVRI Senayan, Jakarta, Jumat (29/5/2026). Event bertema “Ampro Era Prestasi Indonesia Emas” itu diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional Kapitan Pattimura ke-209 dengan mengusung semangat Lawamena Haulala.
Sebagai bagian dari persiapan akhir, panitia menggelar kegiatan weigh-in dan technical meeting pada Kamis (28/5/2026) mulai pukul 09.00 WIB di Auditorium LPP TVRI Senayan, Jakarta.
Seluruh rangkaian persiapan pertandingan tinju profesional disebut telah memasuki tahap final. Panitia melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan pelaksanaan berjalan lancar, aman, dan sesuai standar internasional.
Promotor Pembina, Letkol Inf. G. Borlak, menyampaikan bahwa kesiapan acara secara keseluruhan telah mencapai 99 persen.
“Jadi tinggal satu persen lagi menuju pelaksanaan. Persiapan ini semua sudah selesai kami cek,” ujar Borlak saat memberikan keterangan kepada awak media.

Dalam pengecekan tersebut, panitia memastikan berbagai aspek teknis dan administrasi telah memenuhi ketentuan pertandingan profesional.
Seluruh petinju yang akan bertanding telah menjalani proses timbang badan serta verifikasi administrasi untuk memastikan kesesuaian kelas dan kelengkapan dokumen sesuai regulasi yang berlaku.
Selain itu, kesiapan ring pertandingan, perlengkapan pendukung, hingga posisi para official turut diperiksa kembali. Panitia juga memastikan wasit, hakim pertandingan, serta instruktur memahami tugas dan kewenangannya demi menjamin jalannya pertandingan berlangsung tertib dan objektif.
Dari sisi keselamatan, tim medis dan dokter pertandingan telah disiagakan lengkap dengan peralatan medis. Koordinasi dengan rumah sakit rujukan terdekat juga telah dilakukan sebagai langkah antisipasi keadaan darurat selama pertandingan berlangsung.
Tak hanya itu, panitia turut menyelesaikan pengecekan akhir terkait pembayaran uang terakhir kepada para petinju sebesar 70 persen dari nilai kontrak. Seluruh petunjuk teknis pertandingan internasional yang mengacu pada standar Thailand juga telah dipahami oleh official yang bertugas.
Borlak menambahkan, acara tersebut akan melibatkan sejumlah unsur penting dalam pengembangan tinju profesional nasional, mulai dari para petinju, ring official, jajaran Federasi Tinju Profesional Indonesia, hingga pihak TVRI sebagai mitra siaran.
“Kalau undangan yang lain hadir, ya silakan ikut memeriahkan dan ikut serta. Tapi yang pokok intinya dalam pengembangan badan ini adalah tiga unsur utama tadi,” katanya.
Pada ajang tersebut akan digelar empat partai utama, terdiri dari dua laga internasional dan dua laga nasional.
Di kelas Super Bantam Weight internasional (55,338 kilogram), petinju Indonesia Sunan Agung Amoragam yang merupakan peraih medali perunggu Asian Games 2018 akan menghadapi juara nasional Thailand, Nathha Phong Nuchap Hum.
Sementara di kelas Feather Weight internasional (57,153 kilogram), mantan juara PABA dan WBC Asia, Noldi Manakane, dijadwalkan bertarung melawan juara nasional Thailand, Phirawat Panthong.
Untuk partai nasional kelas Lightweight (61,235 kilogram), Iwan Kei Ngabalin yang merupakan juara Sabuk Danlanal Banyuwangi akan berhadapan dengan petinju amatir Kristian Malindo Rihi Rodjo.
Sedangkan di kelas Super Bantam Weight nasional (55,338 kilogram), Refly Manakane akan menghadapi Albert Mondome dalam duel sesama petinju berprestasi di level amatir.
Dengan kesiapan yang hampir rampung, panitia optimistis seluruh rangkaian pertandingan dapat berjalan sesuai prosedur, menjunjung tinggi sportivitas, serta memenuhi standar keselamatan bagi seluruh atlet yang bertanding. (ros/rfn)
