Grand Final Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026: Muhammad Agus Satrio dan Ananda Afrilliana Keluar sebagai Juara

Berita6,337 views

JAKARTA – Sebanyak 12 finalis Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026 mengikuti malam final yang digelar di Borobudur Backyard Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (26/7/2026). Malam final tersebut menjadi puncak rangkaian pemilihan Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026. Para finalis berasal dari berbagai wilayah administrasi di Jakarta dan akan berkompetisi untuk menjadi representasi generasi muda dalam mempromosikan budaya serta ekonomi kreatif Indonesia.

Daftar 12 Finalis Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026

  1. Ananda Afrilliana (Nomor 01) – Jakarta Selatan 1
  2. Andien Nabila (Nomor 02) – Jakarta Selatan 2
  3. Charity Alexa Tomasoa (Nomor 03) – Jakarta Utara
  4. Yosua Vidreshley Caesar Rawis (Nomor 04) – Jakarta Utara
  5. Jihan Tria Astuti (Nomor 05) – Jakarta Barat 1
  6. Chika Ananda (Nomor 06) – Jakarta Barat 2
  7. Ramdhani Fitrahtunnisa (Nomor 07) – Jakarta Timur 2
  8. Matius Diego Priadi (Nomor 08) – Jakarta Timur 2
  9. Rachel Septriasa Sitohang (Nomor 09) – Jakarta Timur 1
  10. Muhammad Agus Satrio (Nomor 10) – Jakarta Timur 1
  11. Khansa Adinda Salsabila (Nomor 11) – Jakarta Pusat
  12. Agra Sesar Ariadi Putra (Nomor 12) – Jakarta Pusat

Malam final tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan penting dalam ajang Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026, di antaranya

  1. Mahadewi Mega – Regional Director Putra Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta 2026.
  2. Aisyah Amini – Miss Continental Queen Asia 2025.
  3. Sarah Permatasari A., S.Si., M.Stat. – Brand Head drEkle’s Skincare sekaligus pihak sponsor.
  4. Erika Tampubolon – Putri Budaya Indonesia Ekonomi Kreatif 2025 dan perwakilan Pusat Nasional PPBI.
  5. Adelio Sahata – Winner Putra Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta 2024 (Putra).
  6. Fadilla Ganda Sari – Winner Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta 2024 (Putri).
  7. Ursula Butar-butar – Guest Star, peraih Medali Emas Malaysian Choral Eisteddfod (MCE) Malaysia dan Medali Emas Pesparawi Nasional ke-X kategori Vocal Solo di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Suasana malam grand final berlangsung semarak sejak awal acara. Pembukaan diawali dengan penampilan opening dance yang dibawakan oleh seluruh 12 finalis Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026. Para finalis tampil kompak membawakan koreografi yang dipadukan dengan alunan lagu “Ondel-Ondel”, salah satu lagu daerah khas Betawi. Penampilan tersebut berhasil menghadirkan nuansa budaya Jakarta yang kental sekaligus menjadi simbol komitmen para finalis dalam melestarikan dan memperkenalkan warisan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Usai menampilkan tarian pembuka, acara dilanjutkan dengan opening number yang dibawakan oleh seluruh finalis Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026. Dalam sesi ini, para finalis tampil percaya diri memperkenalkan diri di hadapan dewan juri, tamu undangan, dan para pendukung. Dengan balutan busana yang elegan serta pembawaan yang berkarakter, masing-masing finalis menunjukkan pesona, kepribadian, dan semangat sebagai generasi muda yang siap menjadi duta budaya DKI Jakarta. Penampilan tersebut sekaligus menjadi momen pertama bagi para finalis untuk menunjukkan kualitas, dan kepercayaan diri, mereka sebelum memasuki tahapan penilaian berikutnya.

Grand Final Jadi Momentum Melahirkan Duta Budaya Berprestasi dan Berkarakter

Project Manager Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026, Adelio Sahata, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya malam grand final serta mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan. Adelio berharap ajang tersebut mampu melahirkan duta budaya yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki komitmen kuat dalam melestarikan budaya bangsa.

“Semoga malam grand final ini berjalan lancar dan menjadi awal lahirnya Putra Putri Budaya DKI Jakarta yang mampu menginspirasi, menjaga kelestarian budaya, serta menjadi wajah generasi muda Indonesia yang kreatif, berkarakter, dan membanggakan,” tutupnya.

PPBI DKI Jakarta Siapkan Generasi Muda Visioner dan Cinta Budaya

Regional Director Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI) DKI Jakarta 2026, Mahadewi Mega, menegaskan bahwa ajang Putra Putri Budaya Indonesia bukan sekadar kompetisi kecantikan atau ketampanan, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda yang memiliki kecintaan terhadap budaya Indonesia.

Dalam sambutannya pada malam grand final, Mahadewi mengajak seluruh finalis untuk menjadikan ajang tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan potensi diri dan meningkatkan rasa percaya diri.

“Saya ucapkan selamat datang di Pemilihan Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026. Yang perlu diperhatikan, ini bukan hanya ajang kecantikan, tetapi sebuah wadah untuk mengapresiasi diri, membuktikan bahwa kita berharga, layak, dan mampu menginspirasi. Menang atau kalah adalah hal yang biasa, tetapi kepercayaan diri adalah hal yang paling berharga,” ujar Mahadewi.

Dalam sesi wawancara usai acara, Mahadewi menjelaskan bahwa tujuan utama penyelenggaraan PPBI DKI Jakarta adalah mencetak generasi muda yang memiliki wawasan kebudayaan, mencintai budaya bangsa, serta memiliki visi yang luas untuk berkontribusi bagi Indonesia.

“Tujuan utama kami adalah menciptakan anak-anak muda yang berwawasan budaya, cinta budaya, dan memiliki visi yang lebih luas sehingga mampu menjadi agen pelestarian budaya di tengah masyarakat,” katanya.

Mahadewi mengungkapkan, penyelenggaraan tahun 2026 memiliki tantangan tersendiri karena menjadi tahun pertamanya menjabat sebagai Regional Director PPBI DKI Jakarta. Meski menghadapi berbagai kendala, termasuk keterbatasan waktu persiapan dan koordinasi tim, hal tersebut justru menjadi motivasi untuk menghadirkan penyelenggaraan yang lebih baik.

Ia juga menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap PPBI DKI Jakarta terus meningkat. Pada penyelenggaraan tahun 2026, sekitar 50 peserta mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi. Setelah melalui proses audisi dan kurasi secara bertahap, akhirnya terpilih 12 finalis yang tampil pada malam grand final.

Terkait dukungan penyelenggaraan, Mahadewi mengakui bahwa hingga saat ini PPBI DKI Jakarta masih mengandalkan kolaborasi dengan pihak swasta karena proses pengajuan dukungan kepada instansi pemerintah membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Persiapan kami berlangsung dalam waktu kurang dari tiga bulan, sehingga kami lebih banyak menggandeng perusahaan-perusahaan swasta sebagai mitra untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan ini,” jelasnya.

Meski demikian, menurutnya, tujuan utama PPBI tetap sama, yakni melahirkan kader-kader muda yang mampu menjadi duta pelestarian budaya Indonesia di tengah derasnya pengaruh budaya asing.

Menutup wawancara, Mahadewi berpesan agar generasi muda tidak melupakan jati dirinya sebagai bangsa Indonesia dan terus bangga terhadap budaya yang dimiliki.

“Pesan saya kepada anak-anak muda, jangan pernah melupakan dari mana kalian berasal. Jadilah generasi yang membawa perubahan dan tetap bangga serta mencintai budaya Indonesia. Di tengah derasnya pengaruh budaya asing, justru kita harus menjadi generasi yang menjaga dan melestarikan budaya bangsa,” tutupnya.

Memasuki sesi penilaian berikutnya, seluruh finalis tampil anggun dan elegan dalam peragaan busana evening gown. Para finalis putri mengenakan gaun malam dengan beragam desain yang menonjolkan karakter dan kepribadian masing-masing, sementara finalis putra tampil formal dalam balutan setelan jas yang rapi dan berkelas. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi ajang menampilkan estetika busana, tetapi juga menguji kepercayaan diri, pembawaan di atas panggung (stage presence), serta kemampuan para finalis dalam menampilkan citra sebagai duta budaya yang berwibawa dan inspiratif. Sorak tepuk tangan dari para pendukung dan tamu undangan turut mengiringi setiap langkah finalis saat berjalan di atas panggung, menambah semarak suasana malam grand final Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026.

Usai penampilan evening gown, suasana malam grand final semakin semarak dengan persembahan lagu dari Ursula Butar-butar sebagai guest star. Peraih Medali Emas Malaysian Choral Eisteddfod (MCE) di Malaysia serta Medali Emas Pesparawi Nasional ke-X kategori Vocal Solo itu membawakan sejumlah lagu dengan penampilan yang memukau

Memasuki babak Top Five, para finalis kembali berganti busana dengan mengenakan koleksi batik dari Batik ALF selaku sponsor resmi ajang Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026. Balutan batik bernuansa modern tersebut semakin memperkuat identitas budaya Indonesia sekaligus menampilkan perpaduan antara kearifan lokal dan gaya kontemporer. Penampilan para finalis dalam balutan batik menjadi simbol bahwa warisan budaya dapat terus dilestarikan dan tetap relevan di kalangan generasi muda.

Jihan Gagas Aplikasi “One Day as a Betawi” untuk Kenalkan Budaya Betawi kepada Generasi Muda

pada sesi Top Five, finalis Jihan Tria Astuti menyampaikan gagasannya dalam bahasa Inggris tentang pentingnya pelestarian budaya sebagai identitas bangsa. Ia menegaskan, “Culture is not only heritage, but also identity that must be preserved for future generations.” Jika saya dipercaya sebagai Putri Budaya DKI Jakarta 2026, ia berkomitmen menghadirkan program advokasi berupa aplikasi “One Day as a Betawi” untuk mengenalkan budaya Betawi kepada masyarakat, khususnya para pendatang di Jakarta. Ia menjelaskan, “Through this application, I want people to experience Betawi culture in a more interactive and meaningful way.”

Memasuki sesi Top Three, Jihan kembali mencuri perhatian saat menjawab pertanyaan dewan juri. “jika kamu hanya memiliki waktu 5 menit untuk memperkenalkan budaya Jakarta kepada wisatawan asing, apa yang akan Anda pilih dan mengapa” Tanya juri, Jihan memilih Kota Tua sebagai destinasi terbaik untuk memperkenalkan budaya Jakarta kepada wisatawan asing karena memiliki nilai sejarah yang kuat dan didukung beragam kuliner khas Betawi di sekitarnya. Ia menyampaikan, Kota Tua adalah tempat yang paling tepat untuk memperkenalkan budaya Jakarta karena kawasan ini mencerminkan sejarah dan keberagaman yang dimiliki Jakarta dalam satu lokasi.

Berkat penampilannya, Jihan berhasil meraih posisi Runner-up Putri Budaya DKI Jakarta 2026, Usai dinobatkan sebagai Runner-up Putri Budaya DKI Jakarta 2026, Jihan Tria Astuti mengaku bersyukur dan tidak menyangka dapat meraih posisi tersebut pada pengalaman pertamanya mengikuti ajang serupa.

“Ini pertama kalinya saya mengikuti ajang seperti ini, jadi benar-benar tidak menyangka bisa berada di posisi runner-up,” ujar Jihan.

Menurutnya, tantangan terbesar adalah melawan rasa malu dan membangun kepercayaan diri agar berani keluar dari zona nyaman.

“Saya mengikuti kompetisi ini untuk keluar dari zona nyaman dan melawan rasa takut saya,” katanya.

Jihan berharap dapat terus mengikuti kompetisi lainnya, mengharumkan nama Jakarta, serta mengucapkan terima kasih kepada ibu dan kakaknya yang selalu memberikan dukungan selama mengikuti ajang tersebut.

Daftar Pemenang Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI) DKI Jakarta 2026

Malam Grand Final Putra Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta 2026 menetapkan para pemenang dalam sejumlah kategori penghargaan sebagai berikut:

  • Best Catwalk: Rachel Septriasa Sitohang
  • Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta Inteligensia 2026: Khansa Adinda Salsabila
  • Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta Ekonomi Kreatif 2026: Charity Alexa Tomasoa
  • Putra Budaya Indonesia DKI Jakarta Ekonomi Kreatif 2026: Yosua Vidreshley Caesar Rawis
  • Most Cultural: Ananda Afrilliana
  • Putri Budaya Indonesia DKI Jakarta Inspiratif 2026: Charity Alexa Tomasoa

2nd Runner-up (Juara III)

  • Agra Sesar Ariadi Putra (Putra)
  • Andien Nabila (Putri)

1st Runner-up (Juara II)

  • Matius Diego Priadi (Putra)
  • Jihan Tria Astuti (Putri)

Winner / Juara I Putra Putri Budaya DKI Jakarta 2026

  • Muhammad Agus Satrio (Putra)
  • Ananda Afrilliana (Putri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *